Menilik 6 Kebiasaan yang Membuat Mesin Cuci Menjadi Mudah Rusak

25 Apr

Untuk mencuci, biasanya hanya perlu 2 tangan dan juga papan cucian, sabun dan air bersih yang dipergunakan tidak hanya untuk merendam namun juga untuk membilas. Akan tetapi, semakin modernnya jaman, ada mesin yang diciptakan untuk membantu meringankan pekerjaan rumah tangga tersebut. Mesin cuci yang model dan jenisnya sudah banyak dipasaran termasuk di toko online terpercaya ini bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Akan tetapi, semakin lama penggunaan mesin untuk mencuci tersebut maka tidak jarang jika mesin sudah mulai rusak dan akhirnya tidak bisa diperbaiki. Namun, ada 6 kebiasaan seperti berikut ini yang secara tidak disadari menyebabkan mesin untuk mencuci tersebut menjadi mudah rusak. Pertama adalah mengisi mesin ini dengan menggunakan pakaian dan terlalu penuh. Masing-masing mesin untuk mencuci memiliki batas kapasitas tersendiri dan sebaiknya tidak melebihi batas kapasitas tersebut. peralatan elektronik jenis top load umumnya memiliki kapasitas lebih banyak dibandingkan dengan front load. Jika tabung terlalu penuh, tidak hanya membuat air sabun keluar dari dalam mesin untuk mencuci tersebut namun juga membuat mesin bekerja lebih berat dari yang seharusnya. Karena hal tersebut, setidaknya sisakan 25% dari kapasitas agar kerja mesin menjadi lebih ringan.

Kedua adalah lupa untuk membersihkan kotak deterjen. Setelah penggunaan mesin untuk mencuci tersebut, tidak jarang penggunanya meninggalkan mesin tersebut tanpa dibersihkan termasuk dibagian kotak deterjen ataupun pelembut. Jika bagian tersebut tidak dibersihkan, maka dikhawatirkan akan terjadi penyumbatan sehingga mesin untuk mencuci tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik. Untuk membersihkannya, Anda bisa mempergunakan air hangat.

Ketiga adalah dengan menggunakan air dingin untuk membersihkan mesin cuci. Salah satu tips untuk menjaga agar mesin untuk mencuci tersebut dalam kondisi yang bagus adalah dengan mencucinya atau membilasnya dengan menggunakan air panas. Penggunaan air panas ini bertujuan agar sisa deterjen ataupun pelembut yang menempel di bagian dalam bisa dibersihkan dengan baik sehingga bisa membantu untuk mengurangi penumpukan ataupun berkembangnya jamur.

Keempat adalah tidak pernah membersihkan bagian filter atau saringan air. Bagian ini kerap terlewatkan saat membersihkan mesin untuk mencuci karena beragam jenis faktor misalnya takut rusak. Untuk membersihkan bagian filter yang berfungsi untuk menyaring noda dan kotoran, Anda bisa melakukan cara menarik keluar filter dan kemudian menyikatnya lebih dahulu kemudian membilasnya hingga bersih. Jika filter tersebut bersih maka baju yang dicuci juga bisa lebih bersih.

Kelima adalah tidak membuka pintu saat pengisian air. Umumnya, pengguna mesin untuk mencuci baju tersebut akan menutup pintu alat elektronik tersebut saat sedang proses pengisian air. Akan tetapi, cara tersebut justru bisa membuat suhu lembab di dalam mesin tersebut. Dengan membuka pintu mesin untuk mencuci tersebut maka Anda bisa membantu mengurangi dan menghindari suhu lembab yang dapat memicu pertumbuhan dari jamur sehingga membuat bagian dalam lebih segar dan harum.

Keenam adalah tidak menjaga kebersihan di sekitar mesin cuci. Di sekitar mesin ini terkadang diabaikan karena dianggap tidak masalah, akan tetapi, di sekitar mesin ini yang kotor bisa mengundang beragam jenis hewan misalnya kecoak, semut ataupun tikus. Tikus bisa saja menggigit kabel yang ada di mesin untuk mencuci tersebut sehingga menyebabkan bahaya misalnya terjadi konsleting ataupun kecoak yang bisa saja masuk ke dalam mesin ini dan membuat bagian dalam dari mesin tersebut tidak hanya mudah berkarat namun juga bau dan rawan terjadi penyebaran bibit penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *